Selasa, 20 Januari 2015

KOPI, TEMAN SALING BUTUH

Malam memang enak buat santai ngopi-ngopi sambil menikmati dinginnya hembusan angin, lalu terdengar suara sahutan dari balik pagar rumah
"Woy lagi apa nih santai gak ngajak-ngajak" Suara Aji yang datang mengendap-endap seperti pencuri.
"Lha hidupku itu selalu sibuk santai tapi punya uang kok" jawabku

Teman kalau datang seperti ini memang selalu ada maunya, namanya juga hidup harus saling berbagi dan berteman tentunya, "Ji mau kemana" Tanyaku, "Mau kedalem sebentar bikin kopi" jawab aji sambil masuk rumaahku. Nhah kan enak kalau ada temen bertamu seperti ini mau bikin kopi sendiri, hidup jadi tak repot.

"Mas, aku gak butuh beneran teman macem budi itu, datang-datang cuma kalau butuh saja, minta tolong saja, tolong ini itu, pijam inilah itulah.. iya kalau segera dikembalikan lha kalau nggak, malah sampai lupa kalau pijam. kalau datang bukan ngembalikan tapi pijem lagi" kata aji

"Lha bukanya kamu juga gitu, ini buktinya dateng mau minta kopi" jawabku santai

"Ya beda mas, ini kopinya bikin sendiri susah payah jee!!!" kata Aji mengerutu

Seketika itu malam yang tadinya santai berubah menjadi serius, tapi tak mencekam, harus ada rokok biar jadi santai lagi.

"Lha kamu ini hidup kok dibikin susah, bikin kopi dibilang susah. apalagi masalah pinjam-pinjam itu" kataku

"Ahh pokoknya ribet mas, terus aku harus gimana nih biar apa yg dipinjam itu kembali, coba mas diposisi saya, pusing toh.. males banget lah punya teman kalau butuh aja" kata aji sambil menghisap asap rokok.

"Wah lha kamu itu sudah tau orangnya begitu masih aja dibantuin, Harusnya kamu bersyukur bisa bantu orang lain, punya ini itu saling tolong menolong itu wajib dan tak pandang bulu, cuma kurang wasapada kamu ini, harus berani nolak secara halus kalau memang keberatan dimintai tolong daripada jadi ganjalan hati to. Lha setiap orang itu beda banyak hal dari pengetahuan, pengalaman, pemikiran bahkan makan minum pun beda, jadi tak bisa disamakan atau diposisikan satu sama lain. begini saja besok-besok jangan sungkan nolak, terus budi nanti tak bilangin biar jelas masalahnya" ceramahku pajang

"Oh gitu ya mas, siap lah" kata aji pasrah

Ahh malam yang santai merubahku menjadi sok bijak kembalikan aku seperti semula,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar