![]() |
| ilustrasi fotocandragun.blogspot.com |
Kehidupan di jalanan memang penuh
tanda tanya, tempat dimana segala ilmu kehidupan berada, sehingga banyak filsuf
yang berkata “bergurulah dijalanan disanalah banyak air mata dan bahagia”
memang kadang orang hanya memandang sebelah mata seperti apa sesungguhya
kehidupan dijalanan itu, mereka hanya ingin berada pada zona nyaman, tak mau
merasa bahkan mencicipi. Ya benar karena bahagia itu adalah selera
masing-masing. Dan mereka mengagap bahwa jalanan itu menyedihkan, tempat untuk kalangan bawah, mereka tak bisa
membuat kebahagiaan di sana.
Tapi apakah tau kalau disana
adalah tempatnya pangeran dan bidadari kecil berada? Kadang saya kasihan dengan
mereka harus bekerja mencari uang membantu orang tua, melihat raut muka yang
memelas, sebuah pengorbanan yang sangat besar bagi seorang anak kecil merelakan masa-masa
bermain hanya untuk membantu orang tua. berbanding terbalik dengan keadaan saya
waktu kecil yang tak perlu mencari uang dan meminta apa-apa bisa terpenuhi, hari-hari
dilewati dengan bermain. Dengan keadaan saya yang sekarang apa yang bisa saya
perbuat untuk mereka? Kadang saya merasa cuek dengan keadaan mereka, tetapi
harus siapa lagi yang harus peduli kalau bukan diri sendiri yang bergerak. Saya
memang sering berbicara dengan pangeran dan bidadari kecil ini dijalanan, dan
aneh saja mereka bisa terlihat ceria dan gembira saling bercanda satu sama
lain. Dalam hati saya bicara “Engkau
Gusti Allah memang adil, Engkau membuat mereka
bisa ceria seperti ini, dengan keadaan yang seperti ini”. Saat mengobrol
dengan mereka berapa banyak sih uang yang bisa didapat dalam sehari? Mereka bisa
mendapat uang rata-rata Rp.15000 perhari. Coba dikali dalam 30 hari, mereka
bisa mendapat uang Rp.450000 sebulan. (kota yogyakarta). Ya jumlah yang lumayan bagi anak kecil,
dari jumlah itu mereka harus memberikan sebagian untuk orang tuu, dan sangat
sedikit yang mempunyai kesadaran untuk menabung. Dan saya berfikir lingkungan
mereka yang membuatnya tak mempunyai kesadaran untuk menabung, karena tak bisa
dipungkiri pergaulan mereka sangatlah bebas anak jalanan yang lebih dewasa
telah menanamkan perilaku negatif, mengajari merokok, minum Alkohol, hidup
boros kepada bidadari dan pangeran kecil ini.
Melihat keadaan seperti itu
sewajarnya kita yang mampu inilah menanamkan kesadaran sejak dini bahwa mereka
harus punya masa depan yang jelas bahwa bidadari dan pangeran kecil ini kelak
menjadi dewasa yang hebat, roda kehidupan dijalan harus diputus. Memang sulit
untuk menanamkan pola ini karena mereka terbentuk dari budaya yang cuek dan tak
mau tahu. Pemikiran mereka belum mampu untuk di ajak jalan kedepan, ilmu
ketrampilan pun mereka mengeluh cepat bosan. Harus pelan memang, dan butuh
waktu yang panjang agar mereka bisa berfikiran kedepan.
Memang jarang saya memberi uang
kepada mereka karena mengangap itu tak berguna, itu hanya membuatnya senang
sesaat, saya lebih memilih menanyakan kepada bidadari dan pangeran kecil ini
mau apa selain uang? Kalau lapar ya saya ajak makan, tapi lebih sering saya
kasih buku dan pensil karena itu lebih berguna menurut saya, mereka bisa berkreasi dengan pensilnya dan membaca bukunya dirumah dari pada saya harus berceramah tak didengarkan karena mereka lebih suka diajak bermain.
Demikian tulisan ini saya buat,
mari kita bantu para bidadari dan pangeran kecil ini dengan keahlian atau
ketrampilan kita, janganlah dimanja dengan uang, sungguh itu tak menyelasaikan
masalah. Maaf tulisanya banyak kekurangan, semoga dimanfaatkan.
Terima kasih.
%20b.jpg)