Senin, 24 Maret 2014

BIDADARI DAN PANGERAN KECIL

ilustrasi fotocandragun.blogspot.com

Kehidupan di jalanan memang penuh tanda tanya, tempat dimana segala ilmu kehidupan berada, sehingga banyak filsuf yang berkata “bergurulah dijalanan disanalah banyak air mata dan bahagia” memang kadang orang hanya memandang sebelah mata seperti apa sesungguhya kehidupan dijalanan itu, mereka hanya ingin berada pada zona nyaman, tak mau merasa bahkan mencicipi. Ya benar karena bahagia itu adalah selera masing-masing. Dan mereka mengagap bahwa jalanan itu menyedihkan,  tempat untuk kalangan bawah, mereka tak bisa membuat kebahagiaan di sana.

Tapi apakah tau kalau disana adalah tempatnya pangeran dan bidadari kecil berada? Kadang saya kasihan dengan mereka harus bekerja mencari uang membantu orang tua, melihat raut muka yang memelas, sebuah pengorbanan yang sangat  besar bagi seorang anak kecil merelakan masa-masa bermain hanya untuk membantu orang tua. berbanding terbalik dengan keadaan saya waktu kecil yang tak perlu mencari uang dan meminta apa-apa bisa terpenuhi, hari-hari dilewati dengan bermain. Dengan keadaan saya yang sekarang apa yang bisa saya perbuat untuk mereka? Kadang saya merasa cuek dengan keadaan mereka, tetapi harus siapa lagi yang harus peduli kalau bukan diri sendiri yang bergerak. Saya memang sering berbicara dengan pangeran dan bidadari kecil ini dijalanan, dan aneh saja mereka bisa terlihat ceria dan gembira saling bercanda satu sama lain. Dalam hati saya bicara “Engkau Gusti Allah memang adil, Engkau membuat  mereka bisa ceria seperti ini, dengan keadaan yang seperti ini. Saat mengobrol dengan mereka berapa banyak sih uang yang bisa didapat dalam sehari? Mereka bisa mendapat uang rata-rata Rp.15000 perhari. Coba dikali dalam 30 hari, mereka bisa mendapat uang Rp.450000 sebulan. (kota yogyakarta). Ya jumlah yang lumayan bagi anak kecil, dari jumlah itu mereka harus memberikan sebagian untuk orang tuu, dan sangat sedikit yang mempunyai kesadaran untuk menabung. Dan saya berfikir lingkungan mereka yang membuatnya tak mempunyai kesadaran untuk menabung, karena tak bisa dipungkiri pergaulan mereka sangatlah bebas anak jalanan yang lebih dewasa telah menanamkan perilaku negatif, mengajari merokok, minum Alkohol, hidup boros kepada bidadari dan pangeran kecil ini.

Melihat keadaan seperti itu sewajarnya kita yang mampu inilah menanamkan kesadaran sejak dini bahwa mereka harus punya masa depan yang jelas bahwa bidadari dan pangeran kecil ini kelak menjadi dewasa yang hebat, roda kehidupan dijalan harus diputus. Memang sulit untuk menanamkan pola ini karena mereka terbentuk dari budaya yang cuek dan tak mau tahu. Pemikiran mereka belum mampu untuk di ajak jalan kedepan, ilmu ketrampilan pun mereka mengeluh cepat bosan. Harus pelan memang, dan butuh waktu yang panjang agar mereka bisa berfikiran kedepan.

Memang jarang saya memberi uang kepada mereka karena mengangap itu tak berguna, itu hanya membuatnya senang sesaat, saya lebih memilih menanyakan kepada bidadari dan pangeran kecil ini mau apa selain uang? Kalau lapar ya saya ajak makan, tapi lebih sering saya kasih buku dan pensil karena itu lebih berguna menurut saya, mereka bisa berkreasi dengan pensilnya dan membaca bukunya dirumah dari pada saya harus berceramah tak didengarkan karena mereka lebih suka diajak bermain.

Demikian tulisan ini saya buat, mari kita bantu para bidadari dan pangeran kecil ini dengan keahlian atau ketrampilan kita, janganlah dimanja dengan uang, sungguh itu tak menyelasaikan masalah. Maaf tulisanya banyak kekurangan, semoga dimanfaatkan.


Terima kasih.

Kamis, 20 Maret 2014

AKU DAN KOPI

Berbicara tentang kopi memang tak ada habisnya, ia selalu mambawa peminumnya kemana saja sesuai imajinasi bahwa ia sedang bahagia. Sudah lama aku mengenal kopi ini, entah sejak kapan aku mulai menyukainya?, lupakan tentang tanda tanya itu karena sekarang dan kedepan adalah pilihan bahwa perasaan saya menyukainya. Dirumah memang punya kebun kopi yang diberi oleh ayahku, tak luas tetapi jika sudah masa panen setidaknya tetangga-tetangga tak perlu beli kopi dan sisanya aku jual karena entah mengapa ada yang mau beli. Dari sini aku mulai belajar bagaimana cara membuat kopi dari masa panen sampai bisa dinikmati, guruku adalah pengalaman dan kegagalan. Dari masa panen, pengelupasan, fermentasi yang sering gagal, pengeringan, dan peyangraian(roasting) yang paling banyak gagal karena disini pengalaman berbicara dimana cita rasa kopi diciptakan, selanjutnya adalah pengilingan, tahap akhir proses pembuatan kopi.

Hampir setiap hari saya selalu berteman dengan secangkir kopi dan tak lupa dengan temannya yaitu asap rokok, entahlah mengapa aku menyukai kedua hal ini yang menurut beberapa orang tidak sehat untuk tubuh. Biarlah orang berbeda keyakinan, aku mempunyai Gusti Allah dalam diriku yang selalu menjagaku, semua adalah kehendakNYa. Kopi adalah segala inspirasi gila dalam pikiranku, ahh mengingatkan kuliah yang sering membawa secangkir kopi kedalam kelas, iya aku memang sering begitu, sesuatu yang aneh bagi seorang mahasiswa, aku hanya takut kalau teman-teman sekelas itu kepingin karena aku bisa mendadak pelit. Di kampusku membawa minuman kedalam kelas itu boleh asal jangan membawa makanan kedalam kelas, dimanapun aku kalau sedang ingin pasti minum kopi, Kopi ini memang aneh ia memunculkan inspirasi, ketenangan, kesenangan dalam diriku, ia adalah mood booster bagiku.

Kopi tanpa gula adalah yang paling aku suka pahit dan pekat sehingga butuh waktu lama untuk menghabiskanya dan tanpa terasa rokok sudah habis begitu saja, Kopi tanpa rokok entah mengapa menjadi pasangan serasi bagai nasi tanpa lauk, tak bisa terpisahkan. Sebenarnya aku sudah berusaha memisahkan keduanya yaitu berhenti merokok selama 8bulanan, eh lebih tepatnya pingsan merokok. Tapi karena galau masalah ”klasik”  rokok itu kembali sadar. Tak apalah sekarang ialah temanku dan kopiku.

Kesukaanku pada kopi ini memunculkan angan-angan suatu saat mempunyai kedai kopi sendiri, dimana aku bisa berbagi kepada semua orang, bahwa kesukaanku pada kopi ini bisa juga dinikmati dan membahagiakan orang lain lebih banyak selain tetangga dirumah.

Sekian dulu ceritaku tentang kopi, lain waktu aku lanjutkan lagi.

Selasa, 18 Maret 2014

SEORANG ANAK

Kemarin mendengar kabar bahagia teman saya menikah. Dalam hati berdoa “wah semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah, bukan CusNdung(baca nikah langsung hamil)”. Bagaimana saya nggak berdoa seperti itu karena melihat banyak teman masih muda-muda yang menikah langsung hamil, iya sih itu termasuk sakinah mawadah warohmah. Tapi apakah sudah siap dengan usia yang masih muda bisa menggurus anak? Menikah saja berarti memasuki gerbang segala permasalahan hidup, apalagi langsung punya anak. 

Apakah sudah berfikir 10 kali kedepan kalau anaknya ini menjadi pintar kemudian berfikir “kenapa aku lahir dari orang tua ini, hidupku gak diperhatiin, dirumah kok bapak ibuk berantem terus dll ?”. Jangan sampai kan punya anak ngomong begitu. Menikah terus punya anak berati harus tau anak ini harus saya apain, dibuat model kaya apa, tipe apa, pinter apa pinter banget (yaah kaya buat robot aja:/) pokoknya dirancang sebaik mungkin dari awal. Kenapa saya bilang seperti itu? Jangan mau lah nanti anaknya sudah abg terus binggung jalannya harus kemana, tau-tau jadi cabe, jadi alay berkeliaran, jadi gak jelas cewek apa cowok, dan sebagainya yang jelek-jelek.  Apalagi sekarang banyak orang yang asal-asalan punya anak, tau-tau sudah banyak banget.

Bayangkan apa tega lihat  anak masih kecil terus disuruh minta-minta, ngamen, cari uang, akhirnya masuk pergaulan negatif, terciduk ngelem, mabok. ini bapak ibuknya kemana???. Apa harus salahkan anak itu dengan perda-perda pemerintah yang FUCK banget. Anak jelas gak salah adanya disalahin, mereka juga gak mau hidup susah kok malah di buat susah. Yang bego disini orang tua apa pemerintah? Silahkan dinilai sendiri. Maaf tulisanya apa adanya karena itu juga berdasarkan fakta apa adanya. Komentar dan caci-maki ada dibawah, ketik saja kalau mau. Matur suwun

Minggu, 16 Maret 2014

KITA

Hidup itu tak mudah, orang awam pasti setuju akan hal itu. Kenapa saya bilang seperti itu? Karena banyak awam yang tak tau tentang hidup, bagaimana Tuhan telah menciptakan manusia dengan adil dengan keahlian masing-masing. Jadi kalau itu bukan keahlian kita maka benar kita mengangap hidup itu tidak mudah. Cintailah apa yang ada, karena itu caranya bahagia, kita tak tahu apa yang akan terjadi didepan 1 detik seterusnya.

Mencintai bukan hanya diam tapi berkembang, bertambah, meluas sampai batas mencintai. Hingga kita berguna bagi sesama tanpa terkecuali, jika sekarang kita sedang dibawah berusahalah agar bisa sampai atas karena hidup ada jenjangnya, kita terlahir menjadi bayi yang hanya bisa meminta tanpa bisa memberi teruslah berkembang hingga kita bisa memberi dan membuat. Karena saat kita bisa menciptakan itu berarti kebahagiaan, bukan bayi yang memberi orang tuanya kebahagiaan, tetapi orang tualah yang membuat kebahagiaan.

Siapapun kita, seperti apapun keahliannya kita adalah isi dari keseimbangan Alam, Keadilannya Tuhan, jika kita menggangap Tuhan tak adil dengan keadaan sekarang, berkembanglah kita dengan usaha dan meminta padanya, karena hanya Ia yang menghendaki bukan kita atau yang lainya. Kita adalah pemain dalam sekenario rahasianya.

Saya sering menemukan seseorang yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa berbagi kepada sesama, karena dengan ideologinya dia bisa diatas tanpa bantuan orang lain. padahal dalam jenjang ini saatnya melihat arti hidup yang sesungguhnya, yaitu mencintai bahwa kita berguna untuk sesama. Seperti mendaki kepuncak gunung kita tau resikonya, betapa sulitnya perjalanan yang dilewati, penuh rintangan. Tetapi dengan semangat dan keyakinan kita bisa sampai puncak gunung yang di impikan, taukah apa yang akan kita dapat diatas? Hanyalah tanaman perdu, lumut dan batu, tak ada keindahan. Keindahan itu adanya dibawah, lihatlah kebawah betapa indahnya disana, apa tak ingin mengajak yang dibawah sana untuk keatas melihat keindahan, bahwa keindahan itu yang menciptakan adalah kita.
Sementara hanya itu yang bisa saya tulis, Cobalah mendaki gunung sampai puncak agar tau bagaimana sebenarnya diri kita masing-masing. Apakah akan tertawa atau menangis kita sampai puncak? Hati kita akan menjawab sendiri. 

Silahkan yang tak sependapat bisa berkomentar, kritik dan caci-maki karena itu adalah hak pembaca.

Jumat, 14 Maret 2014

TENTANG SISI MAHASISWA

Mengenyam pendidikan dibangku perkuliahan memang dunia paling seru, unik, dan penuh cerita. kalian pasti setuju akan hal itu, kalaupun tidak aku pastikan menyedihkan hidupmu. Oke aku akan bahas tentang dunia mahasiswa terutama yang tinggalnya jauh dari rumah dan orang tua hidup diperantauan alias ngekost atau ngontrak. yang mahasiswi tenang kalian pasti ikut dalam pembahasan ini, tapi porsinya sedikit yaa, nanti gemuk.
Sebelum membaca lebih lanjut aku harapkan kalian berdoa terlebih dahulu menurut kepercayaan masing-masing supaya ingat Tuhan saja sih..hahaha (gak usah ikut tertawa gak lucu?).
Oh iya aku ingin membuka tabir tentang kehidupan mahasiswa yang rahasia, kenapa aku bicara seperti itu ya karena orang tua yang jauh disana tidak tau, lebih tepatnya dirahasiakan.
Mari kita bahas dari kehidupan di kampus.

Pertama adalah pus-pus alias kampus perpus.
Tipe seperti ini orangnya sehari-hari ke kampus terus ke perpus, pendiamdan lebih suka baca buku yang tebalnya mirip kamus dan udah buluk banget yang ternyata pinjem diperpus dan masa pinjamnya diperpanjang. aku agak heran sama mereka-mereka ini karena gak terlalu dekat, dan agak milih-milih teman, tipe seperti ini lebih suka berteman dengan cewek ketimbang cowok yah taulah sama-sama rajin, tapi aku lebih sreg kalau mereka ini lebih punya sifat introvet. Yang paling aneh adalah saat dikelas entah apa motivasinya tapi setiap sesi tanya jawab mereka sering menyanyakan sesuatu yang mereka sendiri sudah tau.

Kedua adalah kura-kura alias kuliah acara.
Tipe seperti ini keseharianya kuliah terus ikut acara kampus atau organisasi kampus, mereka-mereka ini banyak macamnya ada yang anaknya rajin ada yang malas semua jadi satu dalam wadah organisasi maupun aktifis kampus, dan paling seneng kalau sudah ada acara kampus, karena bisa dapet dispensasi gak masuk kuliah. Tipe seperti ini aku mengangap bahaya karena tak jarang disusupi oknum tikus yang suka gelembungin uang proposal acara kampus untuk dikorupsi. (maaf yang tersinggung) serta minta-minta sumbangan tapi nanti ngambil uang tersebut buat beli makan, minum, rokok beserta koreknya.

Ketiga tipe kupu-kupu alias kuliah pulang.
Yah hidupnya mononton dikampus cuma gitu aja, pokoknya cuma absen dan ngerjain tugas dengan bersumber informasi Google kemudian misi selesai. Hahaha kuliah tapi isi otaknya Google.

Keempat itu tipe out of the box, nyeleneh.
Tipe seperti ini tak bisa diduga sifatnya spontan kalau lagi mood saja. kalau dikelas bikin rame dengan debatnya yang suka ngetroll anak yang kurang disukai dan lemot saat presentasi, debat sama dosen sampai diusir karena dosen sudah muak.(padahal dosen sudah gak bisa jawab alias kalah debat) Dan yang paling bahaya itu suka ikut kuliah dikelas lain apalagi beda fakultas, pokoknya apa yg disukai dilakukan. dan nasipnya aku termasuk didalamnya.

Nah yang di kampus sudah dibahas sekarang tinggal yang di kost atau ngontrak,
disini banyak macamnya dan pasti tak terduga sebenarnya para mahasiswa ini ngapain kalau sedang tidak kuliah, mari kita bahas.
pertama yang punya pacar.
Langkah awal salah satu pasangan cari yang tempatnya bebas, nah ini mahasiswa punya dunia berbeda yaitu cuma hidup berdua dengan pacarnya, pokoknya kalau kuliah kemudian pulang dan pacaran sampai di kos entah ngapain ngedekem berdua didalam kamar, kalaupun keluar kos kebanyakan berdua sama pacarnya entah itu makan, nonton, piknik, belanja. Pokoknya  kebanyakan waktu dihabiskan berdua. Dan mereka ini jelas kalau pacaran pasti sudah kelewatan batas, secara sudah Google isi otaknya. Istilah gaulnya “ritual biologis terselubung” pokoknya kalau sudah tutup korden angap saja upacara sedang mulai nanti kalau selesai cowoknya keluar dengan kondisi gak pakai baju dan ngerokok, pokoknya yang begini sudah banyak lah gak usah ditutup-tutupi. (buat orang tua yang anaknya merantau harap awasi anaknya nanti hamil baru menyesal).

Kedua yang suka bisnis
Mahasiswa seperti ini suka bisnis dari jualan jersey, sepatu, celana, EO dan masih banyak lagi, orangnya santai tapi sibuk sering keluar dikost buat COD (call of delivery) maklum jualanya laku keras. Paling seneng kalau temenan sama yang tipe ini suka nraktir jajan.

Ketiga suka game dan judi
Mahasiswa seperti ini adalah manusia malam, entah apa obatnya kalau urusan bergadang sudah Dewa, kehidupanya ya sama seperti bisnis tapi cara memutar uangnya salah(jangan ditiru). Ada yang judi lewat bandar darat ada yang online, beberapa teman aku memang suka judi kalau menang nanti beli barang yang disukai, kalau kalah jual lagi, kendaraan di gadaikan utang sana-sini bikin pusing teman sendiri. Tapi ya kalau yang jago game apa judi ya menghasilkan lah.

Keempat suka foya-foya
Kebanyakan anaknya manja, maklum anaknya orang kaya. Sukanya keluar malam nanti pulang sudah mabok muntah-muntah gak jelas, orangnya agak keras kepala.

Kelima suka traveling
Seneng kalau punya temen seperti ini suka jalan-jalan, adventure, naik gunung. Tapi ribet kalau kemana-mana barangnya banyak, nenteng gadget bejibun kaya orang jualan diterminal.

Itu dulu yang bisa aku tulis, kalian tipe mahasiswa seperti apa? Komentar ya. Semoga bermanfaat untuk yang membaca, yang tak suka silahkan caci-maki saja. Yang mau nambahin juga boleh.

Kamis, 13 Maret 2014

TANTANGAN

Mengacu pada postingan pertama aku, ini adalah sebuah awal aku belajar menulis. menulis apa yang aku suka, memang belajar tak ada yang instan. contohnya mie yang katanya instan saja harus butuh waktu menyiapkan peralatan masak, merebus air, dan menunggu hingga siap dimakan. menulis pun demikian butuh waktu, mood, dan ide yang tanpa batas.

Didunia ini memang tak ada yang sempurna tulisan-tulisanku pun demikian, butuh komentar seseorang untuk menilai sebuah karya bahwa itu bagus apa jelek banget, kritik dan saran pedas pun bermanfaat, aku selalu menghargai itu bagaimana pun  cara penilaian seseorang.
Aku tak sengaja menemukan seseorang bernama "Agyasaziya Raziev" di twitter. wih namanya susah banget seperti orang Rusia padahal aslinya sunda dan ternyata dia seorang penulis dan aku belajar darinya. berawal dari ingin tau tanggapan tentang tulisanku, ku beranikan bertanya padanya memang belajar itu butuh tanya agar tak tersesat.

Sedang sial atau apes aku diberi Tantangan disuruh menulis blog dengan alokasi waktu 30 menit saja. Jadi ingat kuliah kalau telat disuruh pulang dengan membawa tugas yang nantinya di kumpulkan saat kuliah tersebut selasai. Padahal waktu itu aku sedang makan dan tantangan itu harus diselesaikan, Gila dia aku lagi makan disuruh nulis, Aku Mencoba mencari alasan tapi alasanku di tepis tanpa alasan, buset dah kalah telak tapi dasarnya aku orangnya pemalas ya aku terusin makan, otak juga butuh nutrisi kaleeeee (mendadak alay). Setelah makan akupun bergegas pulang ke kos untuk mengerjakan tantangan yang dia berikan, tapi sial ternyata kuota internet habis. Oh tuhan... untungnya HP aku bisa buat modem haaah lega aku bisa mengerjakan Tantangan yang Dia berikan dan syukur Al-Fatihah tulisan ini sebagai tantangan selesai, Aku tunggu tantangan selanjutnya.

Dari sini aku belajar sesuatu jika sudah terdesak pasti akan dikerjakan jika punya niat yang sungguh-sungguh, dan satu lagi waktu itu terus memakan apa yang ada didepan jadi pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya dengan hal yang kamu suka, buatlah sejarah dan cerita niscaya engkau akan bahagia.dan sekedar tambahan silahkan caci-maki tulisan ini karena aku menghargainya sebagai koreksi diri.