Selasa, 18 Maret 2014

SEORANG ANAK

Kemarin mendengar kabar bahagia teman saya menikah. Dalam hati berdoa “wah semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah, bukan CusNdung(baca nikah langsung hamil)”. Bagaimana saya nggak berdoa seperti itu karena melihat banyak teman masih muda-muda yang menikah langsung hamil, iya sih itu termasuk sakinah mawadah warohmah. Tapi apakah sudah siap dengan usia yang masih muda bisa menggurus anak? Menikah saja berarti memasuki gerbang segala permasalahan hidup, apalagi langsung punya anak. 

Apakah sudah berfikir 10 kali kedepan kalau anaknya ini menjadi pintar kemudian berfikir “kenapa aku lahir dari orang tua ini, hidupku gak diperhatiin, dirumah kok bapak ibuk berantem terus dll ?”. Jangan sampai kan punya anak ngomong begitu. Menikah terus punya anak berati harus tau anak ini harus saya apain, dibuat model kaya apa, tipe apa, pinter apa pinter banget (yaah kaya buat robot aja:/) pokoknya dirancang sebaik mungkin dari awal. Kenapa saya bilang seperti itu? Jangan mau lah nanti anaknya sudah abg terus binggung jalannya harus kemana, tau-tau jadi cabe, jadi alay berkeliaran, jadi gak jelas cewek apa cowok, dan sebagainya yang jelek-jelek.  Apalagi sekarang banyak orang yang asal-asalan punya anak, tau-tau sudah banyak banget.

Bayangkan apa tega lihat  anak masih kecil terus disuruh minta-minta, ngamen, cari uang, akhirnya masuk pergaulan negatif, terciduk ngelem, mabok. ini bapak ibuknya kemana???. Apa harus salahkan anak itu dengan perda-perda pemerintah yang FUCK banget. Anak jelas gak salah adanya disalahin, mereka juga gak mau hidup susah kok malah di buat susah. Yang bego disini orang tua apa pemerintah? Silahkan dinilai sendiri. Maaf tulisanya apa adanya karena itu juga berdasarkan fakta apa adanya. Komentar dan caci-maki ada dibawah, ketik saja kalau mau. Matur suwun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar