Kemarin mendengar
kabar bahagia teman saya menikah. Dalam hati berdoa “wah semoga menjadi
keluarga sakinah mawadah warohmah, bukan
CusNdung(baca nikah langsung hamil)”. Bagaimana saya nggak berdoa seperti itu
karena melihat banyak teman masih muda-muda yang menikah langsung hamil, iya
sih itu termasuk sakinah mawadah warohmah. Tapi apakah sudah siap dengan usia
yang masih muda bisa menggurus anak? Menikah saja berarti memasuki gerbang
segala permasalahan hidup, apalagi langsung punya anak.
Apakah sudah
berfikir 10 kali kedepan kalau anaknya ini menjadi pintar kemudian berfikir “kenapa aku lahir dari orang tua ini, hidupku
gak diperhatiin, dirumah kok bapak ibuk berantem terus dll ?”. Jangan sampai
kan punya anak ngomong begitu. Menikah terus punya anak berati harus tau anak
ini harus saya apain, dibuat model kaya apa, tipe apa, pinter apa pinter banget
(yaah kaya buat robot aja:/) pokoknya dirancang sebaik mungkin dari awal. Kenapa
saya bilang seperti itu? Jangan mau lah nanti anaknya sudah abg terus binggung
jalannya harus kemana, tau-tau jadi cabe, jadi alay berkeliaran, jadi gak jelas
cewek apa cowok, dan sebagainya yang jelek-jelek. Apalagi sekarang banyak orang yang asal-asalan
punya anak, tau-tau sudah banyak banget.
Bayangkan apa tega lihat anak masih kecil terus disuruh minta-minta,
ngamen, cari uang, akhirnya masuk pergaulan negatif, terciduk ngelem, mabok. ini bapak ibuknya kemana???. Apa harus salahkan anak itu dengan
perda-perda pemerintah yang FUCK banget. Anak jelas gak salah adanya disalahin,
mereka juga gak mau hidup susah kok malah di buat susah. Yang bego disini orang tua
apa pemerintah? Silahkan dinilai sendiri. Maaf tulisanya apa adanya karena itu
juga berdasarkan fakta apa adanya. Komentar dan caci-maki ada dibawah, ketik
saja kalau mau. Matur suwun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar