Rabu, 30 April 2014

SEJARAH ITU ILMU PASTI

Tadi aku mendapat masukan dari temanku, begini “anto kamu kan anak sejarah kenapa kok nggak pernah nulis tentang sejarah lagi, yang pasti dong jadi orang?” kemudian aku merenung sejenak dan bicara dalam batinku “Sial saya kena nih” kemudian saja jelaskan kepada temanku, iya juga lha sejarah itu ilmu pasti yang ada fakta dan kepastian, Temanku bingung, jangan dipotong dulu aku belum selesai, memang kamu selama ini masih menggangap hanya matematika atau pelajaran IPA yang ilmu pasti, lha fisika saja masih banyak tanda tanya yang belum pasti bagaimana semesta ini terbentuk kok, setidaknya kamu harus belajar kosmologi itupun belum ada kepastian benar atau tidak. begitupun lainnya ilmu-ilmu lain hanya logika dan analisis untuk mencari kepastian.

Tetapi disini sejarah adalah ilmu pasti apa yang terjadi dimasa lalu itu benar-benar terjadi dan itu pasti faktanya bisa dipertanggung jawabkan, bukan karangan para pelaku, sumber sejarah ataupun tokoh sejarah, kalau sekarang kita melihat banyak masa lalu yang dibelokkan itu tetap bukan sejarah itu tak lebih dari dongeng atau novel fiksi. “lalu kenapa bisa yang fiksi itu banyak yang percaya?” ini yang salah masih banyak yang menelan sumber itu mentah-mentah tanpa menganalisis bahwa fakta itu benar apa tidak, contohnya “Indonesia merdeka tahun 1945 karena perjuangan para pahlawan” ini banyak yang menelan mentah padahal faktanya indonesia itu dari sabang sampai merauke, tahun 1945 jepang menyerah karena kota Hirosima dan Nagasaki Dibom Amerika sehingga mereka menarik pasukannya karena kondisi dalam negeri jepang lemah, dan menyerahkan seluruh kekuasaan nusantara kepada indonesia, bukan karena sepenuhnya perjuangan pahlawan, jepang kalah dan menyerah. Dan papua saat itu masih diperebutkan belanda dengan nama (Nederlands Nieuw-Guinea) dan berkat perjuangan pahlawan tahun 1969 baru bisa direbut Indonesia.

Sebenarnya kenapa sampai sekarang indonesia menyatakan merdeka tahun 1945 itu karena untuk penggangkatan morale bangsa pada saat itu, bahwa Indonesia sebagai pemenang dan merdeka. Agar segera bangkit dari keterpurukan setelah berperang melawan para bangsa serakah.

Jadi perlu analisis bahwa masa lalu itu benar-benar menjadi sejarah yang sebenarnya, bukan dibuat-buat dan itu pasti bisa dibuktikan. Karena moral dari sejarah itu mengakar kuat dalam jatidiri bangsa, Kita ambil contohnya tentang morale dari sejarah. Kesalahan penulisan bahwa indonesia dijajah yang melemahkan morale, padahal faktanya indonesia itu Bangsa besar dan kaya, banyak bangsa serakah ingin menguasainya, kita berperang melawan itu karena kita tak pernah dijajah dan akhirnya berhasil mengusir bangsa serakah. Disini jelas morale akan naik bahwa indonesia tak pernah dijajah. Dari penjelasan pendek diatas mungkin bisa dipahami bahwa sejarah itu ilmu pasti yang bisa dibuktikan waktunya, tempat, ruang.

Sebagai tambahan kita ditahun politik sekarang ini masih banyak yang belum tau apa sebenarnya ilmu sejarah, kita masih terbelengu masalalu. Masih banyak kan yang mengharapkan pemimpin seperti pak Sukarno. Buang ekspektasi seperti itu, dia memang hebat pada masanya karena dia hanyalah bagian dari sejarah.  Masa lalu hanyalah tentang perasaan, bangga, kagum dan Ekspektasi gagal Sedangkan masa depan adalah pilihan, kita besok harus memilih masa depan dan dari sejarah kita belajar, bukan mengharapkan, bukan menjelekan. Apa yang ada dimasa lalu berbeda dengan sekarang, Apa yang gagal dimasa lalu bisa diperbaiki dimasa depan. Gunakanlah sejarah sebaik mungkin.

Demikian tulisan ini, kesalahan dan perbedaan pendapat pasti selalu ada dan aku menghargai itu silahkan dikomentar, kalau mau sih..

Sabtu, 19 April 2014

LIBURAN

Ketika Liburan datang hampir semua manusia di muka bumi ini senang, ya berlibur memang bukan sekedar rekreasi tapi itu sebuah kebutuhan hidup, kebutuhan menenangkan pikiran, jiwa dan raga. Saya yakin setiap orang pasti mengalami yang namanya kebosanan, hidup memang hanya menjalani pengulangan tak lebih, setiap hari kita bangun pagi, bekerja, makan dll. Seperti itulah bentuk pengulangan yang membosankan bukan? Walaupun kita menikmati, bahagia akan hal itu tetapi manusia punya titik lemah, titik dimana kebosanan akan datang.

 Nah... dan itu awal kita membangun kembali, mencari sesuatu yang baru yang akan mengembalikan perasaan serta fungsi tubuh ketitik yang diinginkan, kerena hidup terus berputar. Tak usah berekspektasi berlebih tentang apa yang kita inginkan, cukup lalukan yang berbeda dari kebiasaan sehari-hari, karena sebenarnya hanya itu yang dibutuhkan. Tak percaya? Pastikah dari kita pernah ada yang berekspektasi berlebih ingin liburan yang beda, yang wah, merencanakan ini-itu, akhirnya terwujud dan setelah selesai kembali kerutinitas semula apa yang kita dapatkan serasa hilang. Itulah *tipuan Psikologis dari ekspektasi. *yaitu mengisi kekosongan dengan keinginan untuk mencapai kepuasan tertentu. Kebutuhan hidup tentu berbeda dengan keinginan hidup dan jangan di bolak-balik.

Kebutuhan tentang liburan disini memang sesuai selera, orang yang tua akan lebih memilih menenangkan pikiran sedang yang masih muda lebih memilih senang-senang, sebenarnya kedua cara itu tujuannya sama ya itu untuk meninggalkan kebosanan, mencari suasana baru, melupakan rutinitas. Tapi saya lebih menyarankan untuk menenangkan pikiran dengan kesenangan daripada senang-senang untuk menenangkan pikiran yang sifatnya hanyalah sementara karena itu hanyalah tipuan psikologis, tentu kita harus memilih melakukan rutinitas sehari-hari dengan senang daripada hanya sesekali senang setelah itu kembali tertekan dengan runtinitas. Cobalah melakukan apa yang kita sukai semisal hobi atau bersama dengan orang-orang yang kita cintai.
Sedikit saja apa yang saya tuliskan selamat berlibur sesuai selera hati masing-masing

Kamis, 10 April 2014

CINTA DATANG


Cinta.  sesungguhnya banyak tulisan yang membahas tentang ini, beragam definisi, beragam cara, ya setiap orang mempunyai rasa yang berbeda-beda dalam merasakan cinta, sayapun demikian.

Saya akan memberi sedikit apa yang saya rasakan tentang cinta antara manusia dengan manusia, Tentu saja tentang itu karena saya sendiri masih merasa tak sempurna dalam mencintai Tuhan dan juga itu masih ranah privasi. tak apa semua memang proses.
Banyak orang menulis maupun berbicara cinta datang dari mata turun ke hati, memang banyak orang yang mendefinisikan awalnya cinta seperti ini, masa laluku juga pernah seperti itu sebelum menemukan sebenarnya bukan seperti itu. Itu hanyalah kesalahan diri sendiri karena tak bisa menjaga hati, pandangan memang selalu kabur ketika melihat sesuatu yang indah, sesuatu yang nampak dimata. Saya memang harus memaafkan diri sendiri berdamai dengan masa lalu dan memulai yang baru, apa yang saya pilih adalah masa depan dan merubah segalanya hingga saya tersadar sesungguhnya suasana hati yang menentukan pengelihatan saya, cinta datang dari hati naik kemata.

Oleh sebab itu Cinta itu buta, mata kita tak bisa melihat tetapi hati tetap bisa melihat, hati bisa merasakan. Walau kadang ada orang  yang tidak peka akan hal ini karena tak bisa menjaga hati, sehingga hati dikaburkan pengelihatanya. Pengelihatan memang selalu mencari standar apa yang kita inginkan bukan apa yang sebenarnya kita butuhkan. Dan apa yang kita butuhkan ini harus ikhlas dalam menerima maupun memberi, kenyataan yang ada bisanya tak sesuai dengan dengan hati, kenyataan merupakan pengelihatan kita yang berusaha di sesuakan dengan suasana hati yang pada akhirnya hanya memunculkan penolakan, karena jelas hati bertolak belakang dengan pengelihatan. Kita harus ikhlas membersihkan hati, harus tau apa yang dibutuhkan oleh hati, dan harus tau bahwa hati tak meminta standar ini-itu, saat hati merasa sepi bukankah ia hanya minta teman, saat sakit bukankah hanya minta obat, saat gundah bukankah hanya minta ketenanagan. Yah semua itu kadang dikaburkan oleh pengelihatan, sehingga memang harus dari hati naik kemata, cinta harus datang hati naik kemata, tak lebih dan tak kurang. Cinta itu indah jika datangnya dari hati, karena ia yang merasakan, ia yang meminta, ia yang memberi. Sedang tubuh ini hanyalah wadah bagi hati agar ia dapat merasakan apa itu cinta.

Ahh sudahlah saya cerita tentang semua ini, maaf tulisanya banyak salah. Kesalahan dan Perbedaan memang selalu ada, saya hargai itu. silahkan dikomentari jika kurang berkenan dihati ~sekian.

Senin, 24 Maret 2014

BIDADARI DAN PANGERAN KECIL

ilustrasi fotocandragun.blogspot.com

Kehidupan di jalanan memang penuh tanda tanya, tempat dimana segala ilmu kehidupan berada, sehingga banyak filsuf yang berkata “bergurulah dijalanan disanalah banyak air mata dan bahagia” memang kadang orang hanya memandang sebelah mata seperti apa sesungguhya kehidupan dijalanan itu, mereka hanya ingin berada pada zona nyaman, tak mau merasa bahkan mencicipi. Ya benar karena bahagia itu adalah selera masing-masing. Dan mereka mengagap bahwa jalanan itu menyedihkan,  tempat untuk kalangan bawah, mereka tak bisa membuat kebahagiaan di sana.

Tapi apakah tau kalau disana adalah tempatnya pangeran dan bidadari kecil berada? Kadang saya kasihan dengan mereka harus bekerja mencari uang membantu orang tua, melihat raut muka yang memelas, sebuah pengorbanan yang sangat  besar bagi seorang anak kecil merelakan masa-masa bermain hanya untuk membantu orang tua. berbanding terbalik dengan keadaan saya waktu kecil yang tak perlu mencari uang dan meminta apa-apa bisa terpenuhi, hari-hari dilewati dengan bermain. Dengan keadaan saya yang sekarang apa yang bisa saya perbuat untuk mereka? Kadang saya merasa cuek dengan keadaan mereka, tetapi harus siapa lagi yang harus peduli kalau bukan diri sendiri yang bergerak. Saya memang sering berbicara dengan pangeran dan bidadari kecil ini dijalanan, dan aneh saja mereka bisa terlihat ceria dan gembira saling bercanda satu sama lain. Dalam hati saya bicara “Engkau Gusti Allah memang adil, Engkau membuat  mereka bisa ceria seperti ini, dengan keadaan yang seperti ini. Saat mengobrol dengan mereka berapa banyak sih uang yang bisa didapat dalam sehari? Mereka bisa mendapat uang rata-rata Rp.15000 perhari. Coba dikali dalam 30 hari, mereka bisa mendapat uang Rp.450000 sebulan. (kota yogyakarta). Ya jumlah yang lumayan bagi anak kecil, dari jumlah itu mereka harus memberikan sebagian untuk orang tuu, dan sangat sedikit yang mempunyai kesadaran untuk menabung. Dan saya berfikir lingkungan mereka yang membuatnya tak mempunyai kesadaran untuk menabung, karena tak bisa dipungkiri pergaulan mereka sangatlah bebas anak jalanan yang lebih dewasa telah menanamkan perilaku negatif, mengajari merokok, minum Alkohol, hidup boros kepada bidadari dan pangeran kecil ini.

Melihat keadaan seperti itu sewajarnya kita yang mampu inilah menanamkan kesadaran sejak dini bahwa mereka harus punya masa depan yang jelas bahwa bidadari dan pangeran kecil ini kelak menjadi dewasa yang hebat, roda kehidupan dijalan harus diputus. Memang sulit untuk menanamkan pola ini karena mereka terbentuk dari budaya yang cuek dan tak mau tahu. Pemikiran mereka belum mampu untuk di ajak jalan kedepan, ilmu ketrampilan pun mereka mengeluh cepat bosan. Harus pelan memang, dan butuh waktu yang panjang agar mereka bisa berfikiran kedepan.

Memang jarang saya memberi uang kepada mereka karena mengangap itu tak berguna, itu hanya membuatnya senang sesaat, saya lebih memilih menanyakan kepada bidadari dan pangeran kecil ini mau apa selain uang? Kalau lapar ya saya ajak makan, tapi lebih sering saya kasih buku dan pensil karena itu lebih berguna menurut saya, mereka bisa berkreasi dengan pensilnya dan membaca bukunya dirumah dari pada saya harus berceramah tak didengarkan karena mereka lebih suka diajak bermain.

Demikian tulisan ini saya buat, mari kita bantu para bidadari dan pangeran kecil ini dengan keahlian atau ketrampilan kita, janganlah dimanja dengan uang, sungguh itu tak menyelasaikan masalah. Maaf tulisanya banyak kekurangan, semoga dimanfaatkan.


Terima kasih.

Kamis, 20 Maret 2014

AKU DAN KOPI

Berbicara tentang kopi memang tak ada habisnya, ia selalu mambawa peminumnya kemana saja sesuai imajinasi bahwa ia sedang bahagia. Sudah lama aku mengenal kopi ini, entah sejak kapan aku mulai menyukainya?, lupakan tentang tanda tanya itu karena sekarang dan kedepan adalah pilihan bahwa perasaan saya menyukainya. Dirumah memang punya kebun kopi yang diberi oleh ayahku, tak luas tetapi jika sudah masa panen setidaknya tetangga-tetangga tak perlu beli kopi dan sisanya aku jual karena entah mengapa ada yang mau beli. Dari sini aku mulai belajar bagaimana cara membuat kopi dari masa panen sampai bisa dinikmati, guruku adalah pengalaman dan kegagalan. Dari masa panen, pengelupasan, fermentasi yang sering gagal, pengeringan, dan peyangraian(roasting) yang paling banyak gagal karena disini pengalaman berbicara dimana cita rasa kopi diciptakan, selanjutnya adalah pengilingan, tahap akhir proses pembuatan kopi.

Hampir setiap hari saya selalu berteman dengan secangkir kopi dan tak lupa dengan temannya yaitu asap rokok, entahlah mengapa aku menyukai kedua hal ini yang menurut beberapa orang tidak sehat untuk tubuh. Biarlah orang berbeda keyakinan, aku mempunyai Gusti Allah dalam diriku yang selalu menjagaku, semua adalah kehendakNYa. Kopi adalah segala inspirasi gila dalam pikiranku, ahh mengingatkan kuliah yang sering membawa secangkir kopi kedalam kelas, iya aku memang sering begitu, sesuatu yang aneh bagi seorang mahasiswa, aku hanya takut kalau teman-teman sekelas itu kepingin karena aku bisa mendadak pelit. Di kampusku membawa minuman kedalam kelas itu boleh asal jangan membawa makanan kedalam kelas, dimanapun aku kalau sedang ingin pasti minum kopi, Kopi ini memang aneh ia memunculkan inspirasi, ketenangan, kesenangan dalam diriku, ia adalah mood booster bagiku.

Kopi tanpa gula adalah yang paling aku suka pahit dan pekat sehingga butuh waktu lama untuk menghabiskanya dan tanpa terasa rokok sudah habis begitu saja, Kopi tanpa rokok entah mengapa menjadi pasangan serasi bagai nasi tanpa lauk, tak bisa terpisahkan. Sebenarnya aku sudah berusaha memisahkan keduanya yaitu berhenti merokok selama 8bulanan, eh lebih tepatnya pingsan merokok. Tapi karena galau masalah ”klasik”  rokok itu kembali sadar. Tak apalah sekarang ialah temanku dan kopiku.

Kesukaanku pada kopi ini memunculkan angan-angan suatu saat mempunyai kedai kopi sendiri, dimana aku bisa berbagi kepada semua orang, bahwa kesukaanku pada kopi ini bisa juga dinikmati dan membahagiakan orang lain lebih banyak selain tetangga dirumah.

Sekian dulu ceritaku tentang kopi, lain waktu aku lanjutkan lagi.

Selasa, 18 Maret 2014

SEORANG ANAK

Kemarin mendengar kabar bahagia teman saya menikah. Dalam hati berdoa “wah semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah, bukan CusNdung(baca nikah langsung hamil)”. Bagaimana saya nggak berdoa seperti itu karena melihat banyak teman masih muda-muda yang menikah langsung hamil, iya sih itu termasuk sakinah mawadah warohmah. Tapi apakah sudah siap dengan usia yang masih muda bisa menggurus anak? Menikah saja berarti memasuki gerbang segala permasalahan hidup, apalagi langsung punya anak. 

Apakah sudah berfikir 10 kali kedepan kalau anaknya ini menjadi pintar kemudian berfikir “kenapa aku lahir dari orang tua ini, hidupku gak diperhatiin, dirumah kok bapak ibuk berantem terus dll ?”. Jangan sampai kan punya anak ngomong begitu. Menikah terus punya anak berati harus tau anak ini harus saya apain, dibuat model kaya apa, tipe apa, pinter apa pinter banget (yaah kaya buat robot aja:/) pokoknya dirancang sebaik mungkin dari awal. Kenapa saya bilang seperti itu? Jangan mau lah nanti anaknya sudah abg terus binggung jalannya harus kemana, tau-tau jadi cabe, jadi alay berkeliaran, jadi gak jelas cewek apa cowok, dan sebagainya yang jelek-jelek.  Apalagi sekarang banyak orang yang asal-asalan punya anak, tau-tau sudah banyak banget.

Bayangkan apa tega lihat  anak masih kecil terus disuruh minta-minta, ngamen, cari uang, akhirnya masuk pergaulan negatif, terciduk ngelem, mabok. ini bapak ibuknya kemana???. Apa harus salahkan anak itu dengan perda-perda pemerintah yang FUCK banget. Anak jelas gak salah adanya disalahin, mereka juga gak mau hidup susah kok malah di buat susah. Yang bego disini orang tua apa pemerintah? Silahkan dinilai sendiri. Maaf tulisanya apa adanya karena itu juga berdasarkan fakta apa adanya. Komentar dan caci-maki ada dibawah, ketik saja kalau mau. Matur suwun

Minggu, 16 Maret 2014

KITA

Hidup itu tak mudah, orang awam pasti setuju akan hal itu. Kenapa saya bilang seperti itu? Karena banyak awam yang tak tau tentang hidup, bagaimana Tuhan telah menciptakan manusia dengan adil dengan keahlian masing-masing. Jadi kalau itu bukan keahlian kita maka benar kita mengangap hidup itu tidak mudah. Cintailah apa yang ada, karena itu caranya bahagia, kita tak tahu apa yang akan terjadi didepan 1 detik seterusnya.

Mencintai bukan hanya diam tapi berkembang, bertambah, meluas sampai batas mencintai. Hingga kita berguna bagi sesama tanpa terkecuali, jika sekarang kita sedang dibawah berusahalah agar bisa sampai atas karena hidup ada jenjangnya, kita terlahir menjadi bayi yang hanya bisa meminta tanpa bisa memberi teruslah berkembang hingga kita bisa memberi dan membuat. Karena saat kita bisa menciptakan itu berarti kebahagiaan, bukan bayi yang memberi orang tuanya kebahagiaan, tetapi orang tualah yang membuat kebahagiaan.

Siapapun kita, seperti apapun keahliannya kita adalah isi dari keseimbangan Alam, Keadilannya Tuhan, jika kita menggangap Tuhan tak adil dengan keadaan sekarang, berkembanglah kita dengan usaha dan meminta padanya, karena hanya Ia yang menghendaki bukan kita atau yang lainya. Kita adalah pemain dalam sekenario rahasianya.

Saya sering menemukan seseorang yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa berbagi kepada sesama, karena dengan ideologinya dia bisa diatas tanpa bantuan orang lain. padahal dalam jenjang ini saatnya melihat arti hidup yang sesungguhnya, yaitu mencintai bahwa kita berguna untuk sesama. Seperti mendaki kepuncak gunung kita tau resikonya, betapa sulitnya perjalanan yang dilewati, penuh rintangan. Tetapi dengan semangat dan keyakinan kita bisa sampai puncak gunung yang di impikan, taukah apa yang akan kita dapat diatas? Hanyalah tanaman perdu, lumut dan batu, tak ada keindahan. Keindahan itu adanya dibawah, lihatlah kebawah betapa indahnya disana, apa tak ingin mengajak yang dibawah sana untuk keatas melihat keindahan, bahwa keindahan itu yang menciptakan adalah kita.
Sementara hanya itu yang bisa saya tulis, Cobalah mendaki gunung sampai puncak agar tau bagaimana sebenarnya diri kita masing-masing. Apakah akan tertawa atau menangis kita sampai puncak? Hati kita akan menjawab sendiri. 

Silahkan yang tak sependapat bisa berkomentar, kritik dan caci-maki karena itu adalah hak pembaca.