Tadi aku mendapat masukan dari temanku, begini “anto kamu kan anak sejarah kenapa kok nggak pernah nulis tentang sejarah lagi, yang pasti dong jadi orang?” kemudian aku merenung sejenak dan bicara dalam batinku “Sial saya kena nih” kemudian saja jelaskan kepada temanku, iya juga lha sejarah itu ilmu pasti yang ada fakta dan kepastian, Temanku bingung, jangan dipotong dulu aku belum selesai, memang kamu selama ini masih menggangap hanya matematika atau pelajaran IPA yang ilmu pasti, lha fisika saja masih banyak tanda tanya yang belum pasti bagaimana semesta ini terbentuk kok, setidaknya kamu harus belajar kosmologi itupun belum ada kepastian benar atau tidak. begitupun lainnya ilmu-ilmu lain hanya logika dan analisis untuk mencari kepastian.
Tetapi disini sejarah adalah ilmu pasti apa yang terjadi dimasa lalu itu benar-benar terjadi dan itu pasti faktanya bisa dipertanggung jawabkan, bukan karangan para pelaku, sumber sejarah ataupun tokoh sejarah, kalau sekarang kita melihat banyak masa lalu yang dibelokkan itu tetap bukan sejarah itu tak lebih dari dongeng atau novel fiksi. “lalu kenapa bisa yang fiksi itu banyak yang percaya?” ini yang salah masih banyak yang menelan sumber itu mentah-mentah tanpa menganalisis bahwa fakta itu benar apa tidak, contohnya “Indonesia merdeka tahun 1945 karena perjuangan para pahlawan” ini banyak yang menelan mentah padahal faktanya indonesia itu dari sabang sampai merauke, tahun 1945 jepang menyerah karena kota Hirosima dan Nagasaki Dibom Amerika sehingga mereka menarik pasukannya karena kondisi dalam negeri jepang lemah, dan menyerahkan seluruh kekuasaan nusantara kepada indonesia, bukan karena sepenuhnya perjuangan pahlawan, jepang kalah dan menyerah. Dan papua saat itu masih diperebutkan belanda dengan nama (Nederlands Nieuw-Guinea) dan berkat perjuangan pahlawan tahun 1969 baru bisa direbut Indonesia.
Sebenarnya kenapa sampai sekarang indonesia menyatakan merdeka tahun 1945 itu karena untuk penggangkatan morale bangsa pada saat itu, bahwa Indonesia sebagai pemenang dan merdeka. Agar segera bangkit dari keterpurukan setelah berperang melawan para bangsa serakah.
Jadi perlu analisis bahwa masa lalu itu benar-benar menjadi sejarah yang sebenarnya, bukan dibuat-buat dan itu pasti bisa dibuktikan. Karena moral dari sejarah itu mengakar kuat dalam jatidiri bangsa, Kita ambil contohnya tentang morale dari sejarah. Kesalahan penulisan bahwa indonesia dijajah yang melemahkan morale, padahal faktanya indonesia itu Bangsa besar dan kaya, banyak bangsa serakah ingin menguasainya, kita berperang melawan itu karena kita tak pernah dijajah dan akhirnya berhasil mengusir bangsa serakah. Disini jelas morale akan naik bahwa indonesia tak pernah dijajah. Dari penjelasan pendek diatas mungkin bisa dipahami bahwa sejarah itu ilmu pasti yang bisa dibuktikan waktunya, tempat, ruang.
Sebagai tambahan kita ditahun politik sekarang ini masih banyak yang belum tau apa sebenarnya ilmu sejarah, kita masih terbelengu masalalu. Masih banyak kan yang mengharapkan pemimpin seperti pak Sukarno. Buang ekspektasi seperti itu, dia memang hebat pada masanya karena dia hanyalah bagian dari sejarah. Masa lalu hanyalah tentang perasaan, bangga, kagum dan Ekspektasi gagal Sedangkan masa depan adalah pilihan, kita besok harus memilih masa depan dan dari sejarah kita belajar, bukan mengharapkan, bukan menjelekan. Apa yang ada dimasa lalu berbeda dengan sekarang, Apa yang gagal dimasa lalu bisa diperbaiki dimasa depan. Gunakanlah sejarah sebaik mungkin.
Demikian tulisan ini, kesalahan dan perbedaan pendapat pasti selalu ada dan aku menghargai itu silahkan dikomentar, kalau mau sih..
%20b.jpg)